Anakku Sayang: Manfaat tidur bersama
Sejak anak pertama saya lahir hingga saat ini sy telah memiliki tiga orang anak yg kalau boleh dibilang jarak usianya berdekatan satu sama lain
Bukan tanpa alasan saya dan pasangan memilih untuk tetap tidur bersama dengan anak2 dalam satu kamar, karena menurut kami anak2 belum siap untuk tidur terpisah dari kami
Untunglah kondisi rumah kami dengan kamar utama yg memang luas masih bisa mengakomodir kebutuhan tersebut
Namun jujur, sampai sekarang rasa2nya saya masih kebingungan apakah kebiasaan tersebut akan berdampak baik secara psikologis untuk mereka nantinya
Akhirnya saya menemukan sebuah artikel berbahasa inggris tentang kebiasaan ini dan akan saya translate semaksimal mungkin untuk temen2 pengunjung blog saya
Akhirnya saya menemukan sebuah artikel berbahasa inggris tentang kebiasaan ini dan akan saya translate semaksimal mungkin untuk temen2 pengunjung blog saya
6 manfaat tidur bersama bagi anak dan orangtua
- Meningkatkan kemandirian anak
Menurut Dr. Jay Gordon, author of Good Nights: The Happy Parents' Guide to the Family Bed.
Anak yg tidur bersama dengan orangtuanya akan mandiri lebih awal dan membutuhkan lebih sedikit masa transisi karena mereka tdk merasakan pengalaman buruk perpisahan (bagi anak kecil berpisah dengan orangtua bisa menjadi suatu hal yang besar karena bagi mereka orangtua adalah sosok utama yg pertama kali mereka kenal dan percaya) - Meningkatkan kepercayaan diri anakAnak2 yang tumbuh dengan kondisi tidur bersama orangtuanya akan meningkatkan kepercayaan diri mereka, hal ini disebabkan karena mereka memiliki lebih sedikit tekanan saat menghadapi masalah sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak yg bahagia dan puas terhadap kehidupan mereka
Mereka memiliki cara untuk keluar dari permasalahan yg dialami bahkan tanpa mengalami stress, karena anak2 tersebut terbiasa untuk berbagi dengan orang2 yang secara emosional dekat dengan mereka sehingga mereka akan lebih mudah beradaptasi bahkan dalam lingkungan yg tdk mendukungnya - Meningkatkan kesehatan fisik dan mentalParenting expert and pediatrician Dr. William Sears menjelaskan "dalam sebuah penelitian selama lebih dari 30 tahun terhadap anak2 yang tidur bersama orang tua mereka ditemukan bahwa mereka tdk hanya tumbuh secara fisik tapi juga secara potensial mereka bertumbuh dengan sangat baik, dan juga dari sisi emosi dan intelektual anak. Hal ini mungkin disebabkan oleh sentuhan yg diberikan oleh orang tua lebih intens sehingga meningkatkan stimulasi positif pada anak termasuk pada anak yg sedang dalam kondisi menyusui pada ibunya"
- Mengurangi resiko stress dan SIDS pada anakDalam sebuah penelitian yang dilakukan mengenai manfaat tidur bersama anak
oleh psikiater dari Universitas Harvard, Michael Commons, beliau
menemukan bahwa bayi atau anak yang tidur sendiri cenderung memiliki
resiko tinggi untuk gangguan stres dan SIDS (Sudden infant death
syndrome). Sementara anak yang tidur dengan orangtuanya, akan mempunyai
harmonisasi psikologis dengan Ibu ataupun Ayah mereka.
Manfaat lainnya yang didapat anak adalah pernapasan bayi lebih teratur, pola tidur si anak akan lebih terbentuk, detak jantung serta suhu tubuhnya pun akan cenderung normal
Sebaliknya bayi atau anak yang dibiarkan tidur dan menangis sendirian bisa mengakibatkan sang anak mengalami peningkatan kadar hormon stres kortisol yang berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan pada perkembangan otak
- Memudahkan ibu memberikan ASI Ibu menyusui yg tidur bersama bayinya memiliki kualitas istirahat yang jauh lebih baik
Hal ini disebabkan karena sang ibu tdk perlu meninggalkan tempat tidur saat akan menyusui bayinya
Pola tidur yang seperti itu akan sangat membantu si Ibu untuk tetap terjaga dan fokus disaat2 penting atau disiang harinya - Membangun kedekatan emosional didalam keluargaAnak-anak yang tidur bersama umumnya mempunyai ikatan emosi yang erat
dengan keluarga. Anak-anak itu akan lebih mudah menceritakan perasaan bahagia, sedih
dan keterikatan mereka daripada anak-anak yang terbiasa tidur sendiri.
Tidur bersama-sama juga membuat anggota keluarga mempunyai waktu lebih banyak untuk saling terikat dan berbagi kasih sayang.
Suatu saat mereka mau tidak mau harus mulai membiasakan diri untuk tidur terpisah dengan orangtua karena mereka akan mulai membutuhkan privasi dalam kehidupannya serta memiliki tanggung jawab yang juga lebih besar
Dalam sebuah referensi yg saya baca, agamaku menyarankan bahwa anak2 sudah waktunya tidur terpisah dengan orangtuanya disaat mereka mulai baligh atau usia mereka kurang lebih 10 tahun
Jadi kayaknya situasi ramai di kamarku masih akan berlangsung beberapa tahun lagi
Sumber: http://www.sheknows.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar