Inspirasi: Belajar dari nenek pemulung






Mumpung masih suasana Idul Adha saya jadi tergelitik utk posting tentang Nek Yati
Belakangan nama Nek Yati betul2 jadi bahan omongan orang se Indonesia
Bukan karena profesinya, prestasinya, cerita suksesnya ato apapun itu namun Nek Yati tiba2 menjadi terkenal karena ketulusan hatinya.
Dengan penghasilan yg minim skali sebagai pemulung Nek Yati menabung selama 3 tahun utk berkurban 2 kambing Idul Adha kemarin

Bisa bayangin gak dengan penghasilan segitu kok Nek Yati bisa2nya masih memikirkan orang lain
Masih memikirkan bahwa ada orang lain yg lebih pantas diberi
Kalau bukan level syukur yg luar biasa lalu apa namanya?!
Saya sampe takjub dan merasa malu
Bahkan ketika penghasilan kita puluhan kali lebih banyak dari Nek Yati masih saja kita mikir berpuluh2 kali lipat pula utk membantu orang lain

Saya sebenarnya bukan ahli dalam agama, namun sejauh pengetahuan saya memberi itu sebenarnya manfaatnya bukan untuk yg menerima karena justru sebaliknya adalah untuk si pemberi.
Dan suami saya sering berkata bahwa berdaganglah dengan Allah maka kamu tidak akan merugi
Ketika kita bersedekah atau memberi maka sama artinya kita sedang berdagang dengan-Nya dan akan dibalas sesuai dengan janji-Nya
Namun kadang manusia lupa untuk bersyukur sehingga nikmat yg diberi menjadi terabaikan

Allah Maha Besar dan tidak pernah lalai akan janji-Nya
Hari ini Nek Yati dikunjungi oleh Menteri Sosial Bpk. Salim Asegaf yang memberikan sejumlah santunan dan berjanji akan memberi tanah beserta rumah sederhana dikampung halamannya kelak untuk nek Yati
Subhanallah semoga ini jadi pembelajaran bagi kita yang jauh lebih beruntung daripada Nek Yati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda