Inspirasi: Malulah berkata Hanya Ibu Rumah Tangga

Ini posting pertama saya semoga bermanfaat

Sebenarnya terkadang secara tidak sadar apabila seseorang bertanya tentang aktifitas, pekerjaan atau kegiatan sehari2 kita akan menjawab "saya hanya seorang ibu rumah tangga".
Apa?! Hanya?!
Kenapa hanya? Apakah mengurus suami, anak-anak dan kegiatan rumah tangga itu tidak lebih mulia daripada menjadi seorang sekretaris direktur disebuah perusahaan asing?!
Apakah menjadi seorang istri dan ibu yang selalu ada disaat-saat penting itu tidak lebih baik daripada seorang manajer disebuah bank bonafit?!
Maaf tapi bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa menjadi wanita karier itu salah tapi saya ingin agar semua wanita merasa bangga akan pilihan hidupnya baik itu pilihan untuk berkarier ataupun menjadi ibu rumah tangga.
Apapun pilihannya banggalah karena menjadi seorang Ibu Rumah Tangga juga bukan hal yang mudah.

Paradigma liberal yang membentuk pola pikir bahwa wanita bekerja punya kelas sosial lebih terkadang membuat kita sebagai ibu rumah tangga merasa minder dengan predikat tersebut.
Mungkin karena dipikir kalo seorang ibu rumah tangga tuh g butuh ilmu tinggi, padahal kalo dipikir2 lagi untuk memanage keluarga dengan baik kita butuh lho ilmu management, untuk mengerti psikologi pasangan dan anak kita butuh juga lho ilmu psikologi dasar agar g salah arah dan g salah ajar, trus untuk kesehatan keluarga siapa bilang kita g perlu belajar ilmu kesehatan dasar?!
Intinya jadi seorang IRT juga ada ilmunya kok dan semakin tinggi dan banyak ilmu yang kita pelajari serta terapkan dalam keluarga toh akan menunjukkan kualitas keluarga itu sendiri
Hal lain yang mungkin sangat amat klise adalah karena menjadi IRT itu g ada uangnya, cuman bisa ngarep gaji, cuman nunggu jatah suami.
Ih kuno tuh. Siapa bilang jadi ibu rumah tangga itu tdk bsa berkarya, tdk bisa kreatif dan tidak bisa menghasilkan?!
Semua bisa asal ada kemauan, yang ngomong itu pasti orang sok tau sedunia kelaut aja kali ye biar kumpul sama cewek matre hehehehehe

Kalo saya nih dulunya juga suka ngomong kata hanya itu tapi lama2 saya mikr lagi kalo kita tidak bisa menghargai diri kita sendiri (g usah mahal2 amat ^_^) lalu gimana suami, anak, keluarga besar bahkan masyarakat bisa menghargai diri kita?!
G perlu deh tas mahal, sepatu bermerk atau emas bergelantungan untuk nunjukin eksistensi kita.
Cukup bangga atas pilihan-pilihan hidup kita dan berusaha melakukan yang terbaik untuk orang lain.
Kalo punya kelebihan masak g ada salahnya kan bantuin tetangga ngajarin bikin kue apem, kalo pinter IT g haram kok ngumpulin ibu2 sekelurahan untuk diajarin buat facebook biar gaul hehehe pokoknya bermanfaat deh buat orang lain, tapi kalo ada hasilnya dikit2 juga ok sih (hahahaha kadang tuh ya ibu2 g jauh2 tuh dari yang namanya $)

Be Proud para IRT coz u are amazing

1 komentar:

  1. Seorang temanku bercerita bagaimana kakak dan ponakannya mengatur rumah, terutama tanggung jawab terhadap suaminya, anak-anaknya. Pada saat itu, saya hanya termangu agar jangan melakukan tindakan itu, untuk tidak usah terlalu peduli kepada suami, cukup kadang untuk makan bersama- sama, biarkan suami mengurus diri sendiri, toh dia juga sudah besar dan kita sebagai isteri adalah bukan pelayan, bukan pembantu untuk suami, masing- masing urus diri sendiri. Tetapi, kejadian berkata lain, alhamdulillah dengan keikhlasan, dengan ikhtiar untuk memiliki keluarga yang sakinah, mawadah wa rakhamah, saya menjalankan keluarga ku sekarang ini malah mungkin melebihi daripada cerita dari temanku tadi. Bahkan, handuk, pakaian dalam pun sudah siap untuk suami. Itu adalah hal yang sangat luar biasa untuk saya,karena ternyata saya mampu melakukan itu dengan ikhlas. Dan, pembuktian bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan "HANYA" tetapi adalah hal yang lebih lebih sukses daripada menjadi seorang pekerja di kantor, di mana saja, karena membutuhkan management, kesabaran, kepintaran, kebijaksanaan dan keromantisan.Sebuah keluarga adalah berhasil karena didalamnya hadir seorang ibu rumah tangga yang penuh tanggung jawab terhadap suami dan anak- anaknya, bukan ibu rumah tangga yang naik pangkat di kantor atau betapa kuat posisi mereka di perusahaan.

    BalasHapus



Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda